Tampilkan postingan dengan label Serba Serbi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Serba Serbi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 20 November 2015

Bricks Cina seri PIRATE Ship


Tidak terasa sudah sekian lama tidak berbagi cerita mengenai mainan bricks yang beberapa waktu lalu sempat saya share ke blog ini. Kali ini saya mau berbagi lagi pengalaman yang sama namun kali ini adalah jenis yang lain, yaitu seri Pirates Ship atau seri kapal bajak laut. Seri Pirates sendiri sudah sejak lama dirilis oleh LEGO. Sama hal-nya dengan seri NINJAGO dan FRIENDS yang dibuat tiruan-nya oleh merek BELA, namun untuk seri bajak laut nasib-nya sedikit berbeda. Adalah merek Englighten dan Kazi yang ikut membuat seri bajak laut seperti LEGO namun tidak membuat tiruan yang sama persis dengan produksi LEGO. Dengan mempertimbangkan harga produk LEGO yang jika kita lihat di toko-toko mainan besar berada di kisaran 2 juta ke atas, maka produk-produk Cina kembali menjadi pilihan. 

Baca Selengkapnya......

Senin, 20 Oktober 2014

Aktifitas Melukis Dhisa dan Dhimas

Sudah sejak 2 bulan yang lalu Nadhisa dan Dhimas mengikuti kegiatan akhir minggu berupa kelas melukis di salah satu galery yang cukup dikenal di area Kemang, Jakarta Selatan. Mengingat kreatifitas dari mereka berdua yang sebenarnya cukup bagus karena dulu juga pernah mengikuti kelas mewarnai sejak mereka duduk di Taman Kanak-Kanak, sekarang sentuhan seni mereka bisa kembali ditingkatkan melalui seni lukis di atas kanvas. Memang hasil lukisan mereka ini belum sepenuhnya merupakan hasil karya mereka, karena masih dibantu oleh guru lukisnya untuk membuatkan sketsa awal, namun sentuhan warna-warna yang digunakan dalam menyelesaikan lukisan tersebut menunjukkan seberapa kreatif dan berani-nya mereka di dalam mengkombinasikan warna yang ada. Bahkan ada beberapa lukisan yang menurut saya sangat indah yang mungkin jika orang awam melihatnya, tidak akan menyangka kalau lukisan tersebut di buat oleh anak kelas 3 dan 4 SD.

Baca Selengkapnya......

Rabu, 17 September 2014

Review Awam - Xiaomi Hongmi/Redmi 1S

Beberapa waktu lalu saya dapat pinjaman smartphone brand Cina dari bos besar Keluarga Pejaten. Menurut beliau, beliau diberikan oleh temannya yang katanya sampai memuji-muji smartphone ini karena fitur dan kualitasnya sangat bersaing dengan smartphone brand-brand terkenal dan mahal yang lain. Karena judulnya diberi pinjaman, tentu saja dengan senang hati diterima. Begitu dibuka ternyata ini adalah Xiaomi Hongmi/Redmi 1S yang beberapa waktu ini sedang heboh sekali penjualannya di Indonesia melalui salah satu toko online. Penasaran seheboh apa kualitas dan kemampuan smartphone ini, iseng-iseng saya melakukan review singkat ala kambing (review ala orang awam) pada seminggu pemakaiannya.

Baca Selengkapnya......

Koleksi Diecast


Seperti halnya orang-orang yang memiliki hobi khusus, saya pun juga punya hobi yang sebenarnya sudah lama ada tetapi sempat terlupakan berhubung keterbatasan waktu, kesempatan dan dana. Tapi beberapa waktu ini, hobi ini kembali muncul dan rasanya akan jadi hobi yang selanjutnya akan terus ditekuni, yaitu hobi mengkoleksi miniatur/replika mobil (diecast). Dibilang hobi murni juga sebenarnya tidak, karena hobi ini muncul karena tertular dari orang tua yang juga gemar mengumpulkan diecast. Bedanya hanya jenis diecast nya saja. Saya lebih fokus mengkoleksi diecast mobil-mobil dengan kategori SUV dan MPV yang beredar di Indonesia. Terkadang gemar juga mengumpulkan mobil-mobil yang bukan kategori keduanya tetapi termasuk langka diproduksi dalam bentuk diecast. 

Baca Selengkapnya......

Selasa, 22 Juli 2014

Si Paijo Pengganti Ipah


Semester 1 di tahun 2014 ini si Ipah, sebutan kita untuk Toyota Kijang Innova 2008 Automatic G Diesel yang telah setia menemani Keluarga Kecapi selama 6 tahun, kita putuskan untuk dipensiunkan dan diganti dengan pengganti yang baru. Walaupun kondisi fisik dan performanya masih sangat baik dan tidak pernah mengecewakan kami selama ini, terpaksa kita relakan kepergiannya untuk melanjutkan tugas dengan pemilik yang baru. Mudah-mudahan si Ipah tetap dapat memberikan performa yang baik selama berada di tangan pemilik barunya nanti. Sementara itu, pengganti si Ipah yaitu si Paijo telah mengambil alih tugas si Ipah sejak bulan Mei yang lalu. Dan sama dengan si Ipah sebelumnya, Paijo akan menjadi teman setia Mama Sari dan 2D menjadi pengantar dan penjemput sekolah, dan juga menjadi mobil weekend untuk jalan-jalan Keluarga Kecapi.

Baca Selengkapnya......

Jumat, 31 Januari 2014

FRIENDS versi Cina


Serupa dengan bricks Cina versi NINJAGO milik Dhimas yang saya tulis di posting sebelumnya, topik ini masih seputar bricks Cina yang memiliki desain dan model yang sangat mirip dengan LEGO. Kebetulan Nadhisa juga senang dengan model LEGO dari seri FRIENDS ini dan membuat saya penasaran untuk kembali melakukan pencarian di internet. Beruntung sekali karena ternyata BELA juga memproduksi model yang meniru produk LEGO dari seri FRIENDS serta telah banyak beredar di pasaran di Indonesia.

Baca Selengkapnya......

Jumat, 24 Januari 2014

NINJAGO Versi Cina


Kalau bicara soal mainan edukasi seperti LEGO yang memiliki varian jenis dan model berbagai rupa, pasti (atau pada umumnya) orang akan mengenal salah satu seri modelnya yang bernama "NINJAGO". Seri ini dipopulerkan tidak hanya dalam bentuk seri mainan, tetapi juga hadir sebagai serial film kartun dan video games. Begitu terkenalnya sehingga seri NINJAGO ini termasuk yang ditiru penuh oleh salah satu merek bricks Cina bernama BELA tanpa sedikitpun merubah desain komponen, kotak kemasan dan juga buku panduannya. Bedanya di produk buatan BELA ini adalah, judul seri yang diubah tanpa menggunakan huruf "GO" sehingga hanya tertulis sebagai "NINJA". Kebetulan produk ini jugalah yang memperkenalkan saya kepada produk bricks Cina dan membawa ketertarikan saya lebih jauh kepada produk-produk sejenis lainnya.

Baca Selengkapnya......

Kamis, 23 Januari 2014

Plus Minus Bricks Cina

Lebih jauh mengenai mainan bricks Cina yang saat ini menjadi alternatif mainan anak yang selain dibuat dengan desain yang menyerupai produk bricks terkenal LEGO, apa saja sih kelebihan maupun kekurangan dari mainan bricks Cina ini? Semenarik dan semurah-murahnya mainan ini dibuat untuk bisa bersaing di kalangan masyarakat menengah bawah, pasti ada yang membuat para penggemar bricks tetap setia dengan produksi asli LEGO ketimbang membeli produk-produk bricks Cina. Sebaliknya, apa yang perlu kita ketahui sebelum membeli bricks Cina ini.

Baca Selengkapnya......

Kamis, 16 Januari 2014

Mainan Bricks Cina

Setiap orang pasti kenal dengan salah satu mainan edukasi terkenal yang berasal dari negeri Denmark, LEGO. Mainan yang umumnya disebut bricks (dalam bahasa Indonesia berarti batu bata) ini merupakan salah satu mainan yang dapat membantu perkembangan otak anak karena dapat memberikan rangsangan berpikir dan berimajinasi secara visual bentuk tiga dimensi sesuai dengan umur anak-anak. Tapi sayang-nya, seiring dengan tertinggalnya perekonomian Indonesia yang berdampak kepada kurs mata uang, harga mainan brick bermerek LEGO ini kian hari semakin tidak terjangkau, alias mahal sekali. Untuk golongan menengah ke bawah membeli mainan brick bermerek ini terkadang sebanding atau bahkan lebih tinggi daripada pengeluaran untuk kebutuhan utama mereka. Memiliki bricks LEGO terkadang hanya angan-angan saja.

Baca Selengkapnya......

Jumat, 13 September 2013

Memformat MicroSDXC 64gb

Sekarang ini memory card sudah banyak pilihannya, baik dari segi kapasitas dan juga merek. Apalagi kalau yang punya gadget canggih, biasanya memory card-nya pun menuntut jenis yang kualitas-nya tinggi. Maksud nya adalah yang memiliki kemampuan baca dan tulis dengan kecepatan tinggi sehingga tidak ada 'lag' saat dipakai untuk transfer data/download/playback multimedia, termasuk saat merekam gambar foto.

Baca Selengkapnya......

Selasa, 10 September 2013

Membeli Tiket METRO di Milan

Tulisan ini saya buat sekedar untuk membuat panduan bagi yang baru pertama kali ke Milan, khususnya untuk rekan-rekan di eni yang sering berkunjung untuk urusan pekerjaan di HQ ataupun untuk training di eni Corporate University (ECU). Adalah Metro, yaitu sebutan kereta bawah tanah/subway yang menghubungkan beberapa distrik di kota Milan dan salah satunya distrik San Donato dimana kompleks kantor pusat eni berlokasi. Kebetulan ujung stasiun Metro ini tidak jauh dari HQ termasuk hotel yang biasanya selalu digunakan untuk tempat menginap para karyawan eni Indonesia saat berkunjung ke Milan. Metro adalah transportasi andalan untuk mengunjungi tempat-tempat wisata di sekitar kota Milan.

Baca Selengkapnya......

HQ Mission, 2-6 September 2013


Di depan kantor pusat eni
Tahun 2013 ini perusahaan akan mengimplementasikan sistem baru. Kebetulan berhubungan langsung dengan pekerjaan saya sehari-hari, jadi, Poweruser telah didaulatkan ke saya untuk kemudian diturunkan ke para User lain di kantor. Dan sebagai bagian dari program implementasi ini, saya harus ke head quarter (HQ) untuk menjalankan User Acceptance Test dengan beberapa rekan kantor lainnya tanggal 3 - 6 September 2013 yang lalu.

Baca Selengkapnya......

Senin, 12 November 2012

Membuat Daftar Alamat Online dengan Google

Membuat daftar alamat atau Contact pada HP, atau pada Smartphone, ataupun pada media lain sebenarnya hal yang sangat mudah dan sederhana. Tapi kadang-kadang hal ini menjadi mengganggu pada saat kita harus mengganti peralatan komunikasi tersebut karena rusak atau ganti yang baru, atau mungkin laptop dan komputer harus diformat ulang akibat terkena virus dan lain sebagainya. Dan saat itu terjadi, jika kita tidak mempunyai backup data untuk daftar alamat tersebut, dijamin kepala bisa pusing tujuh keliling karena daftar tersebut hilang. Salah satu cara yang mudah agar kita memiliki daftar alamat yang dapat sewaktu-waktu dipakai dan digunakan sebagai backup adalah dengan menyimpannya di fasilitas yang disediakan oleh Google Contact.

Terus terang fitur ini baru saya pelajari saat saya perlu melakukan sinkronisasi antara file database alamat dalam format Ms. Excel ke smartphone. Kebetulan OS di smartphone saya adalah Android yang dimiliki oleh Google. Oleh karena itu, konektifitas antara OS dengan sistem yang dimiliki Google memiliki kemudahan yang bisa dimanfaatkan. Salah satunya adalah sinkronisasi daftar alamat/contact.

Yang perlu disiapkan adalah daftar nama yang akan kita simpan ke dalam Google Contact. Jika daftar alamat tersebut dalam format Ms. Excel, maka perlu dikonversi ke dalam format .CSV dengan menggunakan Double quote delimiter atau pemisah data dengan tanda ("). Cara mengkonversi file .xls ke dalam format .CSV ada di posting ini. Khusus untuk data nomor telepon, format penulisan yang paling dasar dan aman untuk dibaca oleh berbagai aplikasi adalah dengan menggunakan kode negara, yaitu diawali dengan '+62' untuk Indonesia.

Ada 1 hal yang perlu diperhatikan, bahwa di program excel tanda '+' sulit diakomodir saat kita ingin letakan di depan deretan angka nomor telepon. Solusinya adalah dengan menggunakan cara sederhana yaitu dengan melakukan editting dengan Ms. Wordpad (aplikasi standar pada Ms. Windos). Caranya adalah dengan menggunakan perintah Replace dari menu Edit. Ganti seluruh huruf "62 dengan "+62. Alhasil kita akan mendapatkan sebuah file .CSV dari daftar nama dan alamat dengan nomor telepon yang diawali dengan kode negara '+62'.

Setelah file .CSV ini siap, langkah selanjutnya adalah dengan meng-upload file tersebut ke Google Contact. Caranya adalah dengan terlebih dulu masuk ke dalam Google Contact. Bisa melalui jendela Goole Email (Gmail), dan di sisi kiri atas terdapat pilihan menu. Klik untuk menurunkan drop down menu dan pilih 'Contact'.

Akan muncul jendela baru. Klik 'Choose file' dan pilih file .CSV yang sudah disiapkan sebelumnya. Kemudian setelah itu, klik 'Import' untuk mengupload file daftar nama dan alamat tadi ke Google Contact. Setelah beberapa saat, maka seluruh data dalam file .CSV telah terekam oleh Google Contact. Ada 1 fitur yang sangat berguna, yaitu fitur untuk melakukan pengecekan terhadap data-data kontak yang terekam di Google contact apabila terjadi data berganda maupun lebih. Fitur ini kemudian akan menyatukan data-data ganda tadi sehingga menjadi hanya 1 data saja. Luar biasa bukan? Sangat simple dan sangat memudahkan kita.


Setelah data nama dan alamat terekam seluruhnya di Google contact maka sekarang kita memiliki daftar alamat yang online. Tidak perlu khawatir saat HP/Smartphone/BB kita rusak dan mengakibatkan seluruh data nama dan alamat hilang, karena dengan adanya Google contact, cukup dengan melakukan sinkronisasi dengan Googel maka data-data yang kita telah simpan tadi dapat kembali muncul di HP kita. Tapi perlu diingat, bahwa HP/Smartphone/BB tersebut harus memiliki kemampuan sinkronisasi ataupun aplikasi untuk melakukan sinkronisasi dengan Google. Karena apabila tidak terdapat aplikasi tersebut maka akan berbeda ceritanya.

Baca Selengkapnya......

Convert .XLS ke .CSV Untuk Database


Sekedar sharing dan juga sebagai catatan agar kelak jika dibutuhkan tinggal buka posting ini kapan saja. Kali ini tentang cara merubah format sebuah file data dari format Ms.Excel ke format yang dapat digunakan pada aplikasi database. Sejauh sepengetahuan saya, umumnya aplikasi database baik di PC dan Android, memerlukan raw data atau data mentah berupa file teks dengan format .CSV. Tujuannya adalah agar data-data tersebut dapat langsung di-import dan dikenali sebagai data yang valid dan readable oleh sebuah aplikasi Database. Kelihatannya mudah, karena fasilitas untuk menyimpan data ke dalam format .CSV ini sudah tersedia oleh Ms.Excel. Namun demikian, format yang dibuat oleh Ms.Excel ternyata tidak dapat dikenali oleh rata-rata aplikasi database.

Banyak referensi di internet yang dapat kita peroleh mengenai bentuk format .CSV yang dapat digunakan sebagai raw data oleh aplikasi database. Yang saya tahu, adalah .CSV dengan menggunakan double quote delimiter (") sebagai pemisah antara jenis data. Contoh:
"Name","Kota","Phone"
"Sunaryono","JAKARTA","+62815815815"
Namun dari sekian banyak referensi yang saya dapat dari Internet, sejauh ini saya baru menemukan satu referensi yang saya pikir sangat akurat memberikan cara untuk bisa mengkonversi file .xls ke format .CSV yang saya inginkan. Cara ini menggunakan perintah Macro yang mungkin sedikit membingungkan untuk para pemula, termasuk saya. Namun demikian, kita tidak perlu khawatir. Walaupun caranya sedikit membutuhkan usaha, namun menurut saya hasilnya sangat memuaskan dan kita tidak perlu harus mengerti Macro. Ikuti saja  langkah-langkah berikut ini,

1. Buka file .xls yang berisi tabel data-data yang akan dikonversi.
2. Tekan tombol ALT dan F11. Ini untuk mengaktifkan Visual Basic Editor.
3. Pilih menu Insert - Module untuk membuka jendela module.


4. Salin makro di bawah ini dan paste di jendela module.

Sub CSVFile() 

Dim SrcRg As Range 
Dim CurrRow As Range 
Dim CurrCell As Range 
Dim CurrTextStr As String 
Dim ListSep As String 
Dim FName As Variant 
FName = Application.GetSaveAsFilename("", "CSV File (*.csv), *.csv") 

ListSep = Application.International(xlListSeparator) 
 If Selection.Cells.Count > 1 Then Set SrcRg = Selection Else
  Set SrcRg = ActiveSheet.UsedRange
 End If
Open FName For Output As #1 
For Each CurrRow In SrcRg.Rows 
 CurrTextStr = ìî 
For Each CurrCell In CurrRow.Cells
 CurrTextStr = CurrTextStr & """" & CurrCell.Value & """" & ListSep 
Next 
While Right(CurrTextStr, 1) = ListSep
 CurrTextStr = Left(CurrTextStr, Len(CurrTextStr) - 1) 
Wend 
Print #1, CurrTextStr 
Next Close #1 
End Sub


5. Kemudian tutup jendela module dan jendela Visual Basic Editor.
6. Dari jendela kerja Ms. Excel tekan tombol ALT dan F8.
7. Akan terbuka jendela Macro dan terdapat pilihan CSVFile.
8. Pilih CSVFile dan klik Run.


9. Jendela Save As akan terbuka, beri nama file maka data akan tersimpan sebagai file .CSV

Sekarang kita telah memiliki file .CSV dengan Double Quote delimiter yang bisa digunakan di berbagai aplikasi database.

Artikel asli cara konversi ke file .CSV di atas dapat dilihat pada link ini

Baca Selengkapnya......

Rabu, 31 Oktober 2012

Tentang Milan

Foto courtessy: Destination360.com
Menyambung posting sebelumnya karena kebetulan baru dari Milan dalam rangka training, iseng-iseng bikin sedikit info mengenai kota Milan khususnya bagi teman-teman dari Eni yang suatu saat akan tugas ke Milan. Juga barangkali di tahun-tahun berikutnya saya ada kesempatan ke Milan lagi, informasi di posting ini bisa sedikit mengingatkan apa-apa saja yang ada di Milan khususnya yang berhubungan dengan transportasi dan informasi lainnya. Secara berkala posting ini akan saya update dengan info-info terbaru. Baik yang berdasarkan pengalaman sendiri ataupun yang didapat dari sumber di internet.

PENERBANGAN 
Penerbangan ke Milan yang sudah ditetapkan oleh Perusahaan adalah menggunakan Emirates. Perjalanan ke Milan akan transit di Dubai dan saat saya menulis posting ini, jadwal penerbangan Jakarta-Milan/Milan-Jakarta memiliki 2 (dua) jadwal tetap setiap hari nya, dengan waktu perjalanan sebagai berikut: 

Jakarta (Sukarno Hatta) Code:CGK - Dubai (Al Twar) Code:DXB
Lama perjalanan: 8 jam
Lama singgah: 4 jam
Pilihan jam keberangkatan: 00:15 dan 17:45

Dubai (Al Twar) Code:DXB - Milan (Malpensa) Code:MXP
Lama perjalanan: 5 - 5,5 jam

Milan (Malpensa) Code:MXP - Jakarta (Sukarno Hatta) Code:CGK
Lama perjalanan sama dengan saat keberangkatan
Jam keberangkatan: Bervariasi
Seluruh jadwal dapat dilihat langsung di website Emirates (http://www.emirates.com)

Di website ini, kita bisa melakukan online check-in dengan batas waktu minimal 24 jam sebelum keberangkatan. Online check-in sangat direkomendasikan karena Emirates menyediakan check-in counter khusus dan kita akan terbebas dari antrian umum (kecuali untuk kelas Bisnis memang tersedia khusus).

Selain online-check in, kita juga dapat membooking tempat duduk kita (seat booking) sehingga tidak perlu khawatir harus berebut posisi dengan penumpang lain. Dan booking ini dapat langsung dilakukan untuk perjalanan berangkat maupun perjalanan pulang. 

TRANSPORTASI 
Untuk perjalanan kelas Bisnis, terdapat layanan transportasi gratis dari pihak Emirates dengan maksimal jarak tempuh 60 km dari bandara Malpensa. Jarak ini hanya akan mengantar kita hingga kota utama Milan sehingga untuk bisa mencapai Hotel Crown di San Donato Milanese, akan ada biaya tambahan surcharge sebesar 30 euro. 

Kereta
Malpensa Express
Pada perjalanan lalu saya tidak menggunakan jasa layanan ini dan memilih menggunakan kereta cepat Malpensa Express yang akan membawa kita ke 2 (dua) pilihan stasiun yaitu Cadorna dan Milan Centralle FS. Ini karena kita pikir dengan naik kereta perjalanan bisa lebih santai. Kita turun di Cadorna karena perjalanan selanjutnya ke rumah teman akan lebih dekat jika disambung dengan Metro (subway). Baik Cadorna dan Milan Centralle FS adalah stasiun yang juga tersambung dengan jalur Metro. Stasiun Cadorna tersambung dengan jalur 'Merah' sementara stasiun Milan Centralle FS tersambung dengan jalur 'Kuning' dan 'Hijau'. Kebetulan untuk mencapai rumah teman kita, baik jalur Kuning mupun Merah bertemu di titik yang sama yaitu di stasiun Metro Duomo, tempat kita harus turun.

Harga tiket Malpensa Express pada saat ini adalah 11 euro/orang untuk sekali jalan. Di airport Malpensa, terdapat mesin tiket dan juga Ticket Office. Jika takut salah beli di mesin tiket, bisa langsung ke Ticket Office saja karena ada petugas yang melayani (dan berbahasa Inggris). 

Jangan lupa, di Itali tiket transportasi harus divalidasi terlebih dahulu di mesin validasi. Karena sebelum tiket divalidasi, maka akan dianggap tidak berlaku. Pengalaman saya tempo hari, saat di kereta ada petugas yang akan mengecek tiket para penumpang. Jadi pastikan dulu sebelum naik kereta, tiket tersebut sudah divalidasi.

Saat tiba di stasiun Cadorna, kita harus keluar terlebih dahulu dari area stasiun melalui pintu pengaman/penghalang. Untuk melalui pintu tersebut, kita harus memasukkan tiket kereta yang sudah kita beli dan sudah divalidasi agar supaya pintu tersebut terbuka. Jadi yang harus diingat adalah, JANGAN BUANG TIKET sebelum keluar dari area stasiun manapun.

Metro (ATM) 
Setelah keluar dari stasiun Cadorna, kita bisa langsung turun ke stasiun Metro yang berada tepat di pintu utama stasiun. Terdapat berbagai jenis tiket Metro yang berlaku di Milan. Namun yang paling mudah adalah dengan membeli Standard Urban Ticket seharga 1,5 euro untuk 1 kali jalan, 1 kali pemakaian Metro dan berlaku selama 90 menit untuk moda transportasi lain seperti Tram dan Bus. Tiket ini dapat dibeli di mesin tiket dengan mudah karena terdapat pilihan bahasa Inggris. Atau, dapat juga dibeli di toko/warung majalah yang terdapat di dalam stasiun Metro. Warung/toko majalah sangat umum dan hampir selalu ada di stasiun Metro dan mereka selalu menjual tiket 1,5 euro.

Hampir seluruh lokasi penting di kota Milan sudah tersambung dengan jaringan Metro. Terlampir adalah peta jaringan Metro kota Milan per bulan Oktober 2012. 

Peta jalur Metro kota Milan


Terdapat banyak referensi bagus di internet mengenai moda transportasi di Italia secara umum, antara lain:

Shuttle Hotel
Untuk akomodasi selama perjalanan dinas, sampai saat ini Perusahaan akan menempatkan kita di Hotel Crown di San Donato, yang mana lokasinya persis berseberangan dengan area gedung kantor eni sehingga untuk mencapai kantor cukup dengan berjalan kaki, termasuk ke Eni Corporate University (ECU) tempat dilaksanakannya kegiatan training.

Jadwal shuttle hotel Crown, San Donato
Hotel ini juga memiliki fasilitas shuttle dari hotel ke bandara Linate dan mampir di Stasiun Metro. Jadwal shuttle ini adalah setiap setengah jam dari jam 05:30 pagi hingga jam 23:00. Kecuali hari Sabtu/Minggu dimana tidak ada jadwal shuttle di siang hingga sore hari.

Hotel Crown berada tidak jauh dari Stasiun Metro terakhir di jalur 'Kuning'. Walaupun bisa dicapai dengan berjalan kaki selama kurang lebih 25 menit, dengan adanya fasilitas shuttle maka memudahkan kita untuk bepergian ke pusat kota.

MAKAN
Warung kebap "Crazy Pizza"
Kalau kita orang Indonesia, seringkali bepergian ke negara orang yang memiliki karakter makanan jauh berbeda dengan makanan Asia akan mendapatkan kendala dalam hal pilihan makanan. Ada yang terbiasa dengan makanan apa  adanya, tetapi juga seringkali ada orang yang sulit makan jika pilihan makanan yang tersedia berbeda karakter dengan makanan Asia. Untungnya saya termasuk yang mudah beradaptasi dengan segala jenis makanan sehingga tidak terlalu kesulitan saat berada di Milan.

Kebetulan saya pecinta Kebap, yaitu makanan khas dari negara Turki yang saat ini sudah banyak tersebar di berbagai negara Eropa termasuk di Italia. Dan saya ingat saat tahun 2008 yang lalu saya menemukan ada penjual Kebap di salah satu ujung jalan dekat area perkantoran Eni. Jadi, kali inipun saya memilih menu makan siang Kebap sebagai obat rindu. Kebetulan saat ini ada warung Kebap yang lokasinya lebih dekat lagi. Hanya sekitar 500 meter dari lokasi training. Dengan harga 5 euro, kita akan mendapatkan Panini Kebap, kentang goreng dan minuman. Lumayan tidak terlalu mahal dan yang pasti nikmat dan kenyang.



Menu 'Crazy Pizza' - halaman 1

Menu 'Crazy Pizza' - halaman 2

Sementara untuk makan malam, saya memilih menu sayuran berupa salad yang saya beli di supermarket dekat hotel. Supermarket Esselunga berjarak sekitar 500 meter dan memiliki barang yang cukup lengkap. Dengan harga 2 euro, saya mendapatkan salad yang isinya banyak sekali (dibandingkan yang dijual di Jakarta) dan cukup mengenyangkan untuk menu makan malam.

Sebenarnya ada alternatif pilihan makanan di San Donato, antara lain restoran Chinesee Food yang letaknya di seberang Esselunga. Tapi tempo hari saya tidak sempat mencoba karena waktunya tidak pas. Menurut informasi dari rekan-rekan Eni lainnya, rasanya lumayan dan porsinya cukup besar. Jadi bisa sharing seandainya pergi makan bersama-sama.

SHOPPING
Khusus bagi penggemar fashion yang senang belanja barang-barang 'branded', Milan menyediakan surga berupa pilihan outlet-outlet dari berbagai merek dan perancang. Pakaian, sepatu, tas, berjejer di beberapa titik di sekitar pusat kota Milan. Hotel Crown menyediakan sebuah buku panduan mengenai belanja dan disediakan di setiap kamar. Buku ini gratis dan isinya sangat komplit dan disertai peta yang sangat jelas dan sangat user friendly. Peta-peta tersebut mencantumkan lokasi-lokasi outlet dari berbagai merek terkenal.

Untuk lokasi pusat belanja, yang sudah pasti ramai dan penuh sesak adalah di sepanjang jalan Corso Vittorio Emanuelle II. Jalan ini berada persis di tempat titik pusat utama kota Milan yaitu Duomo atau Kathedral. Hampir setiap hari ratusan orang berkumpul di Plazza Del Duomo hingga ujung Corso Vittorio Emanuelle II. Berikut adalah peta-peta belanja yang terdapat di buku 'SHOP'.

Area Corso Vittorio Emanuelle II

Peta area kota Milan
Peta Area Via Dela Spiga & Via Manzoni
  
Peta area Montenapoleone

Peta area Piazza San Babila, Via Dante & Magenta
 
TAX REFUND
Bagi kita orang asing yang berbelanja di luar negeri termasuk di Milan, kita berhak mendapatkan fasilitas Tax refund yang bisa kita claim saat kita akan keluar dari Italia. Khusus untuk di Italia, tax refund ini difasilitasi oleh yang label yang disebut Global Blue. Jadi, setiap kita berbelanja di toko yang memiliki label Global Blue maka kita berhak meminta formulir tax refund pada waktu melakukan pembayaran di kasir. Namun demikian, tax refund ini memiliki kondisi yang harus terpenuhi yaitu total belanja sebesar minimal 154.94 euro dalam satu bon pembelian (aneh memang kenapa angkanya pecahan). Jumlah yang dapat kita claim juga tergolong lumayan, yaitu sekitar 12%.
 
Form tersebut harus diisi dan saat kita pergi meninggalkan Italia, kita dapat melakukan claim di counter khusus baik bandara Malpensa dan Linate. Karena antrian untuk proses tax refund ini cukup lama, sebaiknya saat ingin meninggalkan Italia hadir di bandara beberapa jam sebelum jadwal penerbangan untuk langsung mengantri di antrian Check-in counter. Setelah check-in langsung menuju ke kantor Custom (Pabean) untuk mencap formulir tax refund yang sudah diisi, baru kemudian dapat menukarkan di counter penukaran. Perlu diingat bahwa seluruh item yang akan di-claim harus dibawa dan ditunjukkan kepada petugas di kantor Custom sebagai bukti. Kadang-kadang kalau petugas-nya sedang jenuh, mungkin formulir kita akan dicap tanpa dicek.
 

Baca Selengkapnya......

Sabtu, 02 Juni 2012

Screen Capture Dengan Galaxy Note

Ini sebenarnya artikel iseng yang saya buat karena rasa penasaran. Jadi setelah beberapa lama menggunakan gadget Samsung Galaxy SII yang penuh dengan fitur bisnis dan fasilitas surfing, pengen juga menghadiahi istri tercinta dengan gadget serupa, apalagi dia juga senang browsing di sela-sela menjadi 'supir pribadi' 2D di hari-hari sekolah. Akhirnya beberapa waktu lalu, hadirlah Galaxy Note yang keren itu yang diklaim sangat sesuai bagi kaum wanita aktif, di rumah Keluarga Kecapi dan menjadi teman setia Mami Sari. GNote, sebutan umumnya Galaxy Note, memang benar-benar gadget yang luar biasa. Layar lebar dengan resolusi tinggi dan kemampuan S-Note yang dapat digunakan untuk menulis, membuat sketsa, memanipulasi foto, dsb. membuat GNote layak sebagai salah satu Top gadget di tahun awal tahun 2012. Oleh karena itu, jadilah rasa penasaran saya untuk menelusuri kemampuan GNote ini termasuk mencari tahu gimana melakukan salah satu fiture keren yang sangat bermanfaat bagi para pemilik gadget, yaitu Screen Capture atau mengambil tampilan gambar pada layar. Kalau di SGSII, saya menggunakan aplikasi khusus yang selalu aktif dan dapat langsung digunakan setiap saat dengan mudah. Namun di GNote, tidak semua software cocok dan dapat digunakan (incompatible) termasuk aplikasi Screen Capture tadi. Jadi, mulailah saya bertanya kepada mbah Google dan berhasil mendapatkan informasi mengenai cara melakukan Screen Capture pada GNote. Cara ini sengaja saya tulis sebagai artikel Blog supaya di lain waktu saat dibutuhkan, saya dapat dengan mudah mencari informasi ini di Blog Keluarga Kecapi ini. 

Menurut referensi yang saya dapatkan di internet, ada 3 cara melakukan Screen Capture menggunakan fitur asli bawaan GNote, yaitu sbb:

1. Menggunakan Tombol "HOME" dan "POWER"
Ini cara paling sederhana tapi juga paling susah karena sampai sekarang saya sendiri nggak pernah bisa melakukan Screen Capture dengan menekan ke-2 tombol tersebut secara bersamaan. Ujung-ujungnya, selalu masuk ke menu Taskbar (karena tombol HOME yang dominan terpencet) atau ke menu POWER (karena tombol POWER yang dominan terpencet). Jadi saya anggap cara ini bisa dilewati saja daripada bikin emosi.

2. Menggunakan S Pen
Picture courtesy of
AllAboutGalaxyNote.com
Ini cara yang lebih mudah dan dijamin berhasil. GNote dilengkapi dengan Stylus Pen yang digunakan untuk melakukan sketsa atau membuat catatan. Untuk melakukan Screen Capture, tekan tombol yang terdapat di dekat ujung S Pen, tahan, dan tekankan ujung S Pen ke permukaan layar GNote kemudian tahan. Setelah beberapa saat maka GNote akan melakukan Screen Capture dan secara otomatis mengaktifkan layar Editing dimana anda diminta untuk melakukan pilihan pengolahan gambar. Anda bisa langsung melakukan editing atau langsung tutup saja. 


Picture courtesy of
AllAboutGalaxyNote.com
3. Melakukan Swipe Telapak Tangan
Nah, ini cara yang luar biasa yang terus terang saya baru tahu baru-baru ini. Cara ini adalah cara yang paling gampang dan paling amazing menurut saya. Anda cukup melakukan Swiping (sapuan) menggunakan telapak tangan dan kemudian akan terlihat proses Screen Capture dilakukan dan gambar akan langsung tersimpan di dalam memori. Jadi untuk melihat hasil Screen Capture tadi, anda bisa masuk melalui Galery di bagian folder "Screenshot".

Berikut cuplikan video yang saya dapatkan dari salah satu referensi di website:


Baca Selengkapnya......

Selasa, 27 September 2011

Gadget Baru - Samsung Galaxy S II

Setelah sekian lama menjajal Galaxy Tab dengan OS Android nya, ternyata Android ini seperti yang dibicarakan orang banyak sehingga tidak heran salah satu provider telekomunikasi di Eropa baru-baru ini mengeluarkan update hasil penjualan telponnya bahwa 75% dari total penjualan didominasi oleh jenis Smartphone, dan 90% dari 75% itu menggunakan sistem operasi Android. Tidak bermaksud promosi tetapi kenyataannya selama menggunakan Galaxy Tab, OS ini memang sangat user friendly. Padahal dulu boro-boro saya mau pakai barang-barang beginian. Menurut saya Android lebih user friendly jika digunakan untuk keperluan bisnis dan keperluan pekerjaan kantor. Tapi karena sosoknya yang masih tergolong besar dan sulit jika ingin digunakan untuk browsing ataupun baca email saat naik bis Transjakarta, jadi saya memutuskan untuk membeli varian Samsung Galaxy yang lebih kecil, tetapi powerful dalam hal hardware maupun grafis, serta sekaligus menjadi telepon kedua. Akhirnya setelah lama menimbang-nimbang maka kira-kira 2 bulan lalu saya putuskan untuk meminang varian Samsung yang sekarang menjadi Top of The Line di jajaran Smartphone dunia, yaitu Galaxy S II.


Ternyata harga memang tidak bohong, dengan harga pada waktu itu berada di kisaran 5 jutaan, Samsung Galaxy S II (SGS II) yang mengadopsi sistem operasi Android Gingerbread 2.3.3 ini memiliki performa dan kualitas layar yang sangat prima. Sesuai dengan review dari banyak orang dan banyak website di internet, bahwa SGS II saat ini menjadi produk yang sangat diminati dan diidam-idamkan banyak orang setelah iPhone 4. 

Setelah sekitar 2 bulan menggunakan SGS II, fungsi dari BlackBerry yang sebelumnya menjadi andalan untuk keperluan bisnis dan kantor sudah mulai saya alihkan ke SGS II. Hanya 1 hal yang membuat saya masih mempertahankan BB, yaitu fasilitas BBM nya, karena mau tidak mau fitur tersebut seakan-akan sudah melekat dan menjadi standar di masyarakat Indonesia karena fitur yang dimiliki BBM ini memang sangat memudahkan kita berkomunikasi dengan cepat dengan 1 orang maupun dengan banyak orang dalam 1 waktu. 

Saat ini email pribadi dan email kantor juga sudah saya mutasikan ke SGS II. Banyak aplikasi bisnis berbasis Android yang mudah di dapat di internet yang dapat menunjang aktifitas rutin kita sehari-hari seperti aplikasi pengolahan dokumen, gambar, dan lain sebagainya dengan kualitas sangat baik. Belum lagi kamera dengan kualitas 8 mega pixel yang mampu merekam video berkualitas HD, serta layar Super AMOLED berkualitas tinggi. Dengan hardware yang dilengkapi prosesor dual core serta memori yang cukup besar, pengolahan dokumen maupun dokumen dapat dilakukan dengan cepat. 

Beberapa aplikasi berbasis Android menurut saya sangat membantu sekali dalam aktifitas sehari-hari khususnya yang masih berhubungan dengan spreadsheet dan fotografi. Walaupun beberapa dari aplikasi ini sifatnya gratis, umumnya banyak aplikasi yang harus dibeli melalui Market sebelum kita bisa gunakan. Tapi apa sih yang tidak bisa disediakan internet....jujur saja untuk aplikasi-aplikasi yang harus dibeli, biasanya saya akan googling dan biasanya pula selalu berhasil mendapatkan aplikasi yang dapat langsung dipakai tanpa harus bayar. Berikut beberapa aplikasi yang saya rekomendasikan.

1. Dolphin Browser HD (kalau di PC seperti Google Chrome browser)
2. CamCard (aplikasi untuk meng-scan kartu nama dan langsung diterjemahkan ke daftar alamat kita)
3. Astro File explorer (sejenis Windows explorer versi Android)
4. QuickPic (aplikasi foto viewer yang cukup kecil dan ringan)
5. ezPDF Reader dan RepliGo Reader (aplikasi PDF viewer)
6. Evernote (aplikasi pencatatan yang memiliki fitur untuk menempatkan foto atau gambar sebagai attachment)
7. Catch (sejenis Evernote namun dengan fitur tambahan yang dapat men-tag koordinat yang terhubung dengan Google Map)
8. Documents To Go (Ms.Office-nya Android)
9. CamScanner (aplikasi untuk mengubah foto menjadi PDF menggunakan kamera built-in)

Ke 9 aplikasi di atas adalah minimum yang wajib saya punya agar bisa bebas beraktifitas menggunakan Android. Pokoknya nggak nyesel deh punya Android...oh ya satu lagi, saran saya untuk paket internetan dan nomor telepon, saya rekomendasikan Simpati Turbo. Karena paket ini sebenarnya bundle paket Telkom untuk produk penjualan iPhone dengan kecepatan Up to 1 Mbps dan 1 Gb kuota per bulan selama 1 tahun, jadi harus pinter-pinter cari di internet karena umumnya ada saja orang yang jual eceran ex paket iPhone nya Telkomsel.

Baca Selengkapnya......

Sabtu, 24 September 2011

Upgrade Froyo 2.2 ke Gingerbread 2.3.3 pada GTab

Baru beberapa waktu yang lalu si GTab bermasalah dengan aplikasi start-up nya, dan sudah berhasil diatasi dengan mengembalikan ke kondisi awal dengan di-reset menggunakan fasilitas factory reset lewat Recovery mode. Untung-nya oleh si pemilik sebelumnya (karena dulu beli bekas) sudah di Root dan dipasang aplikasi khusus untuk membackup aplikasi-aplikasi yang sudah terinstall, jadi dengan mudah semua aplikasi yang terhapus saat di-reset dapat diinstall kembali dengan mudah. Nah, sekarang setelah semua kembali normal, iseng-iseng baca-baca di mbah Google mengenai review dari beberapa orang yang melakukan upgrade OS Android nya dari Froyo 2.2 ke Gingerbread 2.3.3 ternyata koq review-nya banyak yang positif. Kinerja animasi antar muka dan fitur-fitur di Gingerbread lebih halus dan lebih lancar, tidak terputus-putus. Di Froyo memang terkadang jika sudah terlalu berat dengan beberapa aplikasi yang sedang aktif dan memory yang sudah hampir penuh, kadang-kadang malah sampai hang. Mulai deh penasaran dengan Gingerbread dan iseng-iseng cari-cari beberapa referensi bagaimana caranya meng-upgrade Froyo ke Gingerbread. Alhasil, ketemulah beberapa website yang salah satu-nya memberikan ulasan yang cukup meyakinkan, bahkan ada video tutorial-nya. Dan setelah mendownload file-file yang diperlukan serta berulang kali menonton video tutorial-nya, akhirnya hari ini si GTab melakukan operasi upgrade ke OS Android Gingerbread 2.3.3.


Baca Selengkapnya......

Senin, 19 September 2011

Cara Reset System di Samsung Galaxy Tab P1000

Karena sering-nya bongkar pasang aplikasi-aplikasi gratis berbasis Android di GTab, dan sering-nya mencoba ini itu di sistem maupun setting dari GTab, maka sering juga berkali-kali kinerja OS Android Froyo di GTab P1000 terganggu. Kadang-kadang bahkan hang dan freeze, dan juga sangat lamban. Dalam kondisi tertentu, cara-cara melakukan hard reset sudah acapkali dilakukan supaya seluruh aplikasi yang sedang berjalan bisa dimatikan secara paksa. Nah, beberapa hari yang lalu si GTab sepertinya mengalami crash pada salah satu aplikasi yang secara otomatis berjalan saat pertama kali kita hidupkan. Yang pasti, di tampilan Home yang seharusnya menampilkan icon-icon standar, menjadi tidak bisa diakses karena terhalang oleh window message yang inti nya menyebutkan bahwa ada aplikasi yang error sehingga tidak dapat melanjutkan ke tampilan Home. Pusing deh tujuh keliling, karena sudah dicoba berkali-kali melakukan hard reset, tetap hasilnya sama. Akhirnya sempat mencari alamat Samsung Service Center terdekat di wilayah Jakarta Selatan dengan maksud untuk membawa langsung si GTab untuk diperbaiki atau diformat ulang. Wah, siap-siap saja mengeluarkan kocek untuk ongkos-nya, karena si GTab yang saya beli ini sudah dalam kondisi Rooted, sehingga garansi sudah pasti hangus atau tidak berlaku.

Tapi karena penasaran, dicobalah bertanya sana-sini ke Mbah Google. Barangkali sudah pernah ada yang tahu cara melakukan reset untuk mengembalikan kondisi GTab ke kondisi awal sesuai pabrikan (factory reset). Setelah beberapa saat surfing di mbah Google, akhirnya saya berhasil menemukan cara untuk bisa masuk ke tampilan yang kalau pada komputer desktop disebut sebagai BIOS. Karena pada mode itulah, kita bisa melakukan factory reset. Dan begitu dicoba, taraaaa...berhasil juga masuk ke mode BIOS. Dan dari situ terdapat beberapa pilihan dan salah satunya adalah pilihan untuk melakukan factory reset.

Sekarang si GTab sudah sehat kembali, walaupun harus satu persatu diinstall kembali semua aplikasi yang diperlukan. Untungnya oleh si pemilik lama, telah diinstall aplikasi backup yang cukup baik. Sehingga untuk merestore aplikasi-aplikasi tersebut, tidak membutuhkan waktu yang cukup lama. Berikut cara-cara untuk melakukan factory reset. Cara ini banyak terdapat di internet dan saya hanya menyadur dari salah satu website yang saya temukan di internet untuk memudahkan saya jika suatu saat nanti, cara-cara ini saya perlukan kembali.

Ada 2 cara untuk melakukan factory reset pada Samsung Galaxy Tab P1000, yaitu:
Melalui OS Android
  • Menu > Setting > Privacy > Factory data reset
  • Baca dan ikuti panduan yang diberikan secara benar
Melalui Hard Reset dengan kombinasi tombol
  • Pastikan GTab dalam kondisi mati, atau tekan dan tahan tombol Power selama kurang lebih 10 detik
  • Tekan dan tahan tombol Volume Up dan Power bersama-sama, dan saat muncul logo pada layar, lepas tombol Power sambil tetap menekan tombol Volume.
  • Tampilan halaman Recovery yang mirip dengan BIOS akan muncul. Gunakan tombol Volume untuk bergerak ke atas/bawah dan tempatkan pada pilihan "wipe data/factory reset" dan tekan tombol Power untuk memilih. 
Tampilan Recovery Mode

Tunggulah beberapa saat maka GTab akan kembali seperti kondisi awal. Sebelum bisa digunakan kembali, di awal akan muncul menu konfigurasi yang harus anda lakukan. Ikuti saja sesuai dengan instruksi yang muncul di layar. Setelah itu...beres deh....

Baca Selengkapnya......