Awal bulan Februari 2016 yang lalu anak-anak kelas V SD Pangudi Luhur mengikuti kegiatan retret yang merupakan bagian dari kegiatan rutin tahunan sekolah, di daerah Sukabumi. Dan seperti halnya kegiatan retret pada umumnya, anak-anak mengikuti kegiatan rohani dan renungan yang dimpimpin oleh Pastor selama 2 hari 1 malam. Selama 2 hari tersebut anak-anak mengikuti kegiatan yang telah disiapkan oleh panitia termasuk juga salah satu-nya adalah membuat sebuah surat ungkapan cinta anak-anak kepada kedua orang tua mereka masing-masing. Dan baru beberapa hari yang lalu surat yang ditulis oleh masing-masing anak tersebut dibagikan kepada para orang tua sehingga para orang tua dapat membaca ungkapan cinta sang anak.Rabu, 17 Februari 2016
Surat Dari Nadhisa untuk Papa & Mama, 4 Februari 2016
Awal bulan Februari 2016 yang lalu anak-anak kelas V SD Pangudi Luhur mengikuti kegiatan retret yang merupakan bagian dari kegiatan rutin tahunan sekolah, di daerah Sukabumi. Dan seperti halnya kegiatan retret pada umumnya, anak-anak mengikuti kegiatan rohani dan renungan yang dimpimpin oleh Pastor selama 2 hari 1 malam. Selama 2 hari tersebut anak-anak mengikuti kegiatan yang telah disiapkan oleh panitia termasuk juga salah satu-nya adalah membuat sebuah surat ungkapan cinta anak-anak kepada kedua orang tua mereka masing-masing. Dan baru beberapa hari yang lalu surat yang ditulis oleh masing-masing anak tersebut dibagikan kepada para orang tua sehingga para orang tua dapat membaca ungkapan cinta sang anak.Senin, 15 Februari 2016
Walk From Work - Day 14
WFW kali ini ada sedikit perubahan rute di 2 kilometer terakhir. Rute ini sedikit melambung tetapi lebih nyaman karena menghindari jalan utama dengan permukaan jalan yang cukup bagus dan rata. Sehingga rute ini bisa digunakan untuk berlari dengan lebih nyaman. Tidak ada perbedaan jarak yang signifikan pada rute baru ini, tetapi sepertinya rute ini akan saya ambil untuk WFW selanjutnya.
Waktu tempuh kali ini sedikit lebih cepat dari sebelumnya, yaitu 52 menit tetapi harus dikoreksi karena keterlambatan menyalakan Endomondo saat mulai start dari kantor. Kemungkinan WFW berikutnya harus absen karena menurut perkiraan BMKG akan terjadi potensi hujan lebat disertai angin kencang dan petir. Untuk kali kemungkinan besar jadwal WFW akan absen selama 1 minggu jika cuaca kurang bersahabat.
Rabu, 10 Februari 2016
Walk From Work - Day 13
Menurut mitos angka 13 itu adalah angka sial, dan secara kebetulan itulah yang terjadi di WFW hari ke-13 ini. Kebetulan hari ini adalah persis sehari setelah hari raya Imlek, jadi memang sudah siap-siap dengan turunnya hujan. Tapi seperti yang sudah-sudah, biasanya hujan turun di pagi/siang hari sehingga di sore hari-nya saat hujan reda, cuaca sangat nyaman untuk WFW. Tapi kali ini ternyata berbeda karena sepertinya mitos angka 13 sebagai angka sial benar-benar dialami.
- Dimulai dengan earphone yang ketinggalan di rumah, alhasil WFW kali ini tanpa iringan musik (Sial ke-1).
- Setelah hujan yang cukup deras sekitar jam 14:30, berharap jam 16:00 hujan sudah reda. Tapi ternyata walaupun hujan lebat sudah reda, gerimis tetap turun. Berharap selama perjalanan berangsur-angsur mereda, ternyata justru semakin deras. Walaupun bukan hujan deras, tetapi gerimis deras ini cukup membuat basah kuyup (Sial ke-2).
- Saat mencapai area Puri Sakti yang memang terkenal dengan daerah banjir, ternyata betul-betul kejadian. Puri Sakti terendam air hingga sekitar 30 cm. Sempat berusaha mencari area tinggi di pingiran jalan yang mungkin bisa dipakai untuk melintas, ternyata nihil. Terpaksa backtrack dan memutar lewat Jalan Puri Mutiara dan Jalan Benda, baru kemudian memotong ke arah Jalan Ampera melewati Jl. Mushola (Sial ke-3).
- Karena dari awal sudah was-was dengan cuaca dan kecewa karena earphone tertinggal, ternyata Endomondo pun juga lupa diaktifkan sehingga saat sadar sudah 1/4 jalan, sudah terlambat. Alhasil WFW hari ke-13 ini tanpa catatan (Sial ke-4).
Jumat, 05 Februari 2016
Walk From Work - Day 12
WFW hari ke 12 berjalan seperti biasa dan tidak ada yang spesial. Selain cuaca cerah, frekwensi lari juga sudah mulai ditambah terutama pada saat interval pertama. Waktu tempuh berhasil dipercepat menjadi 54 menit, 2 menit lebih cepat dari WFW hari sebelumnya. Target di kwartal ke-2 aplikasi Endomondo sudah bisa diubah menjadi mode "Running". Rabu, 03 Februari 2016
Walk From Work - Day 11
Setelah sempat sakit di akhir pekan sebelumnya, hari ini mencoba untuk melakukan WFW sesuai jadwal sambil melihat apakah fisik sudah kembali normal. Cuaca cukup nyaman karena pagi hari-nya sempat hujan cukup lebat sehingga udara di sore ini cukup segar. Titik lari pertama sudah mulai bertambah, tapi ternyata setelah beberapa kilometer dirasakan badan sedikit masih lemas. Mungkin karena efek sakit sebelumnya. Kalau biasanya napas ngos-ngosan setelah fase lari masih bisa dilanjutkan jalan cepat, kali ini saat jalan harus diperlambat agar napas bisa segera pulih.
Overal waktu tempuh masih cukup baik dan masih di bawah 1 jam, namun kondisi fisik yang masih belum sepenuhnya kembali normal membuat catatan waktu bertambah sekitar 2 menit dari waktu terbaik selama ini.
Jumat, 29 Januari 2016
Walk From Work - Day 10
WFW hari ke-10 ini agak berbeda karena hadirnya peserta tambahan. Salah seorang rekan kerja yang kebetulan tahu bahwa saya sedang menjalankan rutinitas WFW ini, tertarik untuk mencoba ikut di rute yang saya tempuh selama ini. Karena beliau baru pertama kali melakukan aktifitas jalan kaki ini, jadi saya bersedia untuk mendampingi beliau. Otomatis, target waktu yang biasanya saya coba capai pada hari-hari sebelumnya pada kesempatan ini saya sesuaikan dengan ritme rekan saya. Rabu, 27 Januari 2016
Walk From Work - Day 9
Hari ke-9 ini cuaca sangat cerah. Setelah beberapa hari sebelumnya Jakarta diguyur hujan yang cukup deras, sempat khawatir hari ini hujan akan turun. Namun ternyata cuaca sangat bersahabat. Seperti biasanya WFW dimulai dengan berjalan cepat sekitar 1 kilometer kemudian dilanjutkan dengan berlari. Hari ini jarak lari juga sudah sedikit ditambah. Tidak terlalu memaksa hingga sampai ngos-ngosan karena tidak bisa juga mengukur denyut nadi yang biasanya merupakan ritual wajib para pelari. Karena dari detak jantung lah kita bisa melihat batas optimum kita agar tidak terlalu dipaksa. Karena tidak memiliki alat pendeteksi denyut jantung (biasanya para pelari menggunakan jam tangan khusus), jadi saya cukup menggunakan perasaan saja.
Lumayan ada peningkatan dari waktu tempuh di WFW kali ini. Minggu sebelumnya dengan jarak yang sama waktu tempuh sempat mencapai 54 menit, kali ini adalah 52 menit.
Jumat, 22 Januari 2016
Walk From Work - Day 8
Cuaca cukup bersahabat pada WFW hari ke-8 ini. Walaupun cukup mendung tetapi tidak satu titik hujan pun yang turun selama rute perjalanan. Niat untuk menambah interval berlari kali ini juga berhasil dilakukan, walaupun jumlah titik interval tidak berubah dan tetap sama seperti sebelumnya, namun kali ini berhasil menambah jarak yang ditempuh dengan berlari kurang lebih 60% dari total 6.5 kilometer.
Rabu, 20 Januari 2016
Walk From Work - Day 7
Kali ini target nya adalah mempersingkat waktu tempuh dan menambah jarak berlari. Walaupun hasil dari WFW kali ini tidak banyak, tapi cukup lumayan menambah panjang jarak lari dan menambah panjang waktu olah napas yang digunakan untuk berlari. Interval jalan-lari yang di hari ke 6 ini berjumlah 10 titik, kali ini menjadi 9 titik. Walaupun berkurang 1 titik, tetapi kali ini tiap-tiap titik lari nya yang bertambah panjang.
Waktu tempuh masih sama hanya lebih singkat 52 detik. Peningkatan waktu yang lebih banyak sepertinya hanya bisa dicapai dengan mengkonversi seluruh jarak dengan 100% berlari. Hmm...mungkin baru bisa dicapai dalam waktu 2 sampai 3 bulan ke depan.
Senin, 18 Januari 2016
Pre-Camp 1 CISV di Talaga Cikeas, 16-17 Januari 2016
Jumat, 15 Januari 2016
Walk From Work - Day 6
Setelah masyarakat Jakarta dihebohkan dengan kejadian teror di Jl. Thamrin, sepertinya berdampak pada situasi lalu-lintas, termasuk di sepanjang rute WFW hari ini. Cuaca hari ini cukup cerah dan tidak panas sehingga pas untuk melakukan rutinitas WFW. Dan sesuai rencana sebelumnya, hari ini interval lari akan ditambah menyesuaikan rute yang paling baik (cukup rata dan tidak banyak halangan). Ini juga sekaligus untuk meningkatkan performa waktu tempuh agar bisa lebih cepat daripada WFW di hari sebelumnya.
Rabu, 13 Januari 2016
Walk From Work - Day 5
Hari ini cukup mengkhawatirkan karena sejak pagi hingga sore, hujan turun sangat deras dan merata di wilayah Selatan Jakarta, khususnya di sepanjang jalur WFW. Namun sekitar jam 3 sore, hujan telah reda dan membuat cuaca menjadi sangat nyaman. Udara cukup sejuk dan pastinya tidak ada debu-debu yang beterbangan di sepanjang rute. Hari ini ingin mencoba variasi baru yaitu dengan menambahkan lari di beberapa lokasi perjalanan. Terutama setelah sempat ngobrol-ngobrol dengan salah satu paman yang ternyata sudah beberapa waktu ini melakukan marathon. Dari beliau saya mendapatkan beberapa informasi menarik yang langsung ingin saya praktekan dalam WFW kali ini.
Jumat, 08 Januari 2016
Walk From Work - Day 4
Setelah kembali memulai WFW hari Selasa lalu, seperti biasa dilanjutkan pada hari Kamis kemarin. Kondisi fisik sudah mengalami penyesuaian sehingga dari awal ritme dan tempo berjalan sudah bisa dimulai sejak start. Cuaca juga sangat bagus dan mendukung. Cerah dan tidak terlalu panas. Tapi risiko cuaca cerah adalah banyaknya debu yang beterbangan saat melewati jalan yang sedikit kotor, seperti saat melewati area jalan di sepanjang Pondok Indah Plaza 4/sebelah Pondok Indah Mall 1 hingga Radio Dalam. Tapi setelah itu kembali normal karena sudah memasuki jalan via area perumahan.
Rabu, 06 Januari 2016
Walk From Work - Day 3
![]() |
| Achievement di hari ke-3 |
CISV Local Camp, Yogyakarta, 18-23 Desember 2015
Beberapa waktu yang lalu salah seorang kenalan dekat kami memberikan informasi mengenai sebuah organisasi internasional yang memiliki misi utama berupa pencapaian perdamaian melalui hubungan persahabatan anak-anak. Awalnya dimulai dengan obrolan mengenai keinginan kita untuk melibatkan si sulung, Nadhisa, dalam kegiatan yang sifatnya membangun kemandirian seperti homestay atau camping atau sebagainya, dimana kegiatan tersebut tanpa kehadiran orang tua. Dan sampailah kami kepada informasi yang diberikan oleh kenalan kami tersebut pada organisasi yang menamakan dirinya Children's International Summer Villages (CISV).
Langganan:
Postingan (Atom)



